![]() |
| Tentang Rasa |
Bergerak dan berarak kesana kemari. Menikmatinya dengan sungguh, karena kondisi seperti ini memang jarang menghampiriku. Syukurnya malam ini ada berbatang rokok dan beberapa makanan ringan yang setia menemaniku.
Sedikit tentang rokok, aku sadar bahwa ini membunuhku perlahan, tapi tuan…saat ini aku masih membutuhkan. Kembali lagi, kegalauanku (begitu teman-teman menyebutnya) ini aku yakini sebagai limpahan nikmat Tuhan. Ya benar, ini nikmat Tuhan yang tak tergantikan di tengah semakin bertambahnya umur. Di tengah tuna rasa, entah bahasa apa lagi yang aku gunakan untuk mengungkapkannya. Mungkin kalau boleh diungkapkan dengan kata, perjumpaan beberapa waktu yang lalu seperti segelas air di tengah gurun. Memang terasa sangat klise, tapi inilah yang saat ini aku rasakan.
Aku tidak tahu ke depan seperti apa. Yang jelas, bahwa bukan lagi waktuku untuk bermain rasa. Sudah bukan waktunya lagi meributkan sesuatu yang tidak penting. Bahwa sekarang adalah waktunya berusaha sekuat tenaga adalah niscaya. Tentunya bukan ranah itu semata, bebarengan dengan yang lain. Akupun yakin, bertambahnya umur dan pengalaman bisa sedikit lebih mendewasakanku dalam berfikir dan bersikap. Akupun berusaha bahwa langkah yang aku ambil ini bukan langkah yang sia-sia dan tanpa guna. Tentang rasa, mengikatnya dengan yang lain mungkin menjadi satu jawaban kegelisahan. Dengannya?? Semoga saja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar