Judul buku : Kartini Mati Dibunuh, Membongkar Hubungan Kartini dan Freemason
Peresensi : Siti Muyassarotul Hafidzoh*
Penulis : Efatino Febriana
Penerbit : Navila Idea Yogyakarta
Cetakan : 1, 2011
Tebal : 128 halaman
Peresensi : Siti Muyassarotul Hafidzoh*
Penulis : Efatino Febriana
Penerbit : Navila Idea Yogyakarta
Cetakan : 1, 2011
Tebal : 128 halaman
KOMPAS.com — Tradisi surat-menyurat merupakan tradisi manusia modern pada abad ke-19 dan ke-20. Dari surat-menyurat itulah, peradaban Eropa dirakit hingga begitu hebatnya. Tradisi surat-menyurat menjadikan sebuah peradaban maju menggapai spirit pengetahuan. Itulah yang telah dilakukan Kartini untuk menunjukkan eksistensi kemodernannya. Kartini tak pernah menulis buku
, tetapi dia selalu berkorepondensi bersama para bangsawan cerdik yang memberikan informasi dan pengetahuan yang besar terhadap Kartini. Tak disangka, arsip surat-menyurat yang tersimpan itu diterbitkan. Nama Kartini kemudian menjadi perbincangan besar yang membuatnya sebagai tokoh perempuan yang dikagumi pada zamannya, bahkan sampai sekarang.
![]() |
| Novel tentang Kartini |






