
Beberapa hari terakhir ini, selalu saja saya disibukkan dengan perasaan-perasaan yang tak kunjung bertemu dengan jawaban. Bahkan sampai saat ini. Masih saja tetap. Ada beberapa kekhawatiran yang terus saja menggelayut. Antara harapan, impian dan kenyataan. Meski itu masih samar dan sulit untuk diraba.
Ketakutan untuk terperosok dalam lubang yang sama sebenarnya dengan sepenuh sadar aku pahami. Waktu yang terbuang secara cuma-cuma. Energi yang selalu saja terkuras entah ke mana, dan seabrek permasalahan lain yang berjajar. Jujur juga saya akui, bahwa ini adalah soal diriku sendiri, tidak orang lain. Kemampuanku untuk me manage inilah yang saya pikir menjadi akar permasalahan. Pernah suatu ketika ada seseorang yang bilang kepadaku, “Mas, sampean itu manajemen datanya jelek ya.” Akupun tersenyum saja menanggapi, dan dalam hati bahkan aku mengamininya. Bahkan, seharusnya dia ngomong lebih dari itu. Tidak hanya tentang manajemen data semata yang buruk, tapi juga tentang yang lainnya. Ya…benar, masalah jatuh cinta, masalah rasa.
Dulu, ini dulu sekali, saat aku pernah merasakan getaran seperti itu, rusak semua rencanaku. Bahkan sampai pada tahap yang mengkhawatirkan, membaca. Ya, membaca seolah menjadi beban yang sangat berat. Padahal sebelumnya sama sekali tidak seperti itu. Setiap hari hanya bergelimang dengan romantisme-romantisme yang absurd dan konyol. Ia seperti juggernaut yang meluncur bebas tanpa batas, melindas apapun yang ada di depannya. Benar apa yang dikatakan beberapa orang kepadaku beberapa tahun yang lalu, “Sudah hentikan, masih ada prioritas lain yang semestinya lebih kamu utamakan.” Tapi dasar akunya yang memang bebal, pesan-pesan seperti itu seolah hanya iklan semata. Tak membekas, sedikitpun.
Lantas yang terjadi selanjutnya sudah bisa ditebak. Kemerosotan dalam segala kemampuan. Diri seolah teralienasi dari komunitas-komunitas yang sedari awal aku ikuti. Aku maklum dengan beberapa sikap teman yang mungkin saja sengaja melakukan proses alienasi itu, dengan sikap dan prilakuku saat itu. Tapi itu dulu. Saat ini? Entahlah, beberapa waktu terakhir ini rasa seperti itu tumbuh lagi. Sekuat tenaga aku coba untuk tidak terjebak dalam wilayah itu dan bahkan aku harus berfikir jernih. Sejernih-jernihnya. Tapi masalahnya ini adalah tentang rasa, di luar kuasaku untuk mengaturnya. Saat ini aku tak ingin membuyarkan konsentrasinya, dan tentu juga aku. Seperti pesannya tadi malam, mengalir saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar